Religi

SEMUA TERJADI ATAS KEHENDAK ALLAH

Disuatu sore menjelang malam, seorang anak laki-laki yang mengenakan baju koko serba putih lengkap dengan pecinya tengah menyendiri, melamun, menyandarkan dagunya pada pagar teras sebuah surau. Pandangannya tajam, tertuju pada sekelompok anak laki-laki seusianya yang sedang asyik bermain bola dihalaman depan surau.

"Faiz..kenapa kamu tidak ikut bermain dengan mereka?" kedatangan ustad Hari rupanya membuat Faiz terkejut.
"Enggak ah ustad. Faiz males main..soalnya ada Andi." Jawabnya polos
"Lho..memangnya kenapa dengan Andi? Kenapa kamu tidak mau bermain dengannya? Bukankah kita tidak boleh membeda-bedakan dalam berteman?"
"Iya..Faiz tahu ustad, tapi Andi itu nakal. Selalu jahil dengan teman, dan kalau main pasti curang maunya menang sendiri, kalau tidak dituruti nanti bisa kena pukul sama dia." terang bocah itu dengan jujur.
"Oh...jadi Andi itu nakal ya??" Ustad Hari menyimpulkan jawaban Faiz.
Faiz pun mengangguk.
"Faiz tahu tidak, kenapa Andi itu nakal?" tanya ustad. Kali ini Faiz menggelengkan kepalanya
"Memangnya ustad tahu???"
"Iya." ustad menjawabnya cepat
"Semua itu karena kehendak Allah." lanjutnya

Faiz mengernyitkan dahinya dan tanpa sadar ia mengikuti langkah ustad Hari menyusuri teras surau lalu mereka pun terduduk dilantai dekat pintu masuk. Sepertinya Faiz masih belum paham dengan apa yang diucapkan ustad Hari tadi.
"Ustad, maksudnya kehendak Allah itu apa??" tanya bocah itu penasaran sembari menggaruk-garuk keningnya. Ustad Hari hanya tersenyum, lalu ia pun menjelaskannya.
"Andi menjadi anak nakal itu adalah kehendak Allah. Begitu juga dengan kamu Faiz. Kamu menjadi anak yang baik, penurut, akan dan selalu ingin tahu, itu juga atas kehendak Allah."
Kali ini gantian Faiz yang tersenyum manis mendengar pujian ustad Hari.

"Allah berfirman dalam surat Al An'aam ayat 39
مَنْ يَشَأِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

'Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus'

Raut wajah Faiz terlihat serius mendengar penjelasan dari ustad Hari.
"Jadi Faiz..kenapa didunia ini ada orang baik dan ada orang yang jahat, itu semua karena kehendak Allah. Seseorang bisa menjadi ustad ataupun penjahat, itu juga atas kehendak Allah. Justru seharusnya kita mengasihi orang-orang semacam Andi dan orang-orang jahat lainnya. Karena Allah menghendaki mereka menjadi orang yang tidak baik, dan sekeras apapun usaha mereka untuk berubah sikap, jika Allah belum menghendaki maka usaha mereka pun akan sia-sia."
"Mereka akan tetap jadi orang jahat kah ustad??" tiba-tiba Faiz menyela
"Iya..tentu saja,Naudzubillahimindzalik "
"Kasihan banget ya ustad. Lalu apakah mereka selamanya akan jadi jahat??" tanya Faiz
"Wallahu 'alam hissowab.. Itu adalah rahasia Allah. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti."
"Terus, gimana dong ustad dengan Andi?? Apa dia tidak akan pernah berubah jadi anak baik?" Tanya Faiz yang terdengar dengan nada iba.
"Tentu saja tidak. Jika Andi benar-benar berniat ingin berubah, lalu berusaha keras untuk merubah sikap dan juga  selalu memanjatkan doa  kepada Allah, niscaya Allah pasti akan meridhoinya menjadi anak baik. Kamu juga bisa membantunya berdoa lho Faiz.."
Mereka terdiam sejenak. Terlihat Faiz menunjuk keningnya sendiri sambil memandangi langit-langit surau, seolah ia sedang berpikir sangat keras.

"Kalau semuanya terjadi atas kehendak Allah ustad, kenapa Allah tidak menjadikan semua orang baik saja, kenapa harus ada orang jahat ustad?"
"Pertanyaan yang bagus Faiz, kamu memang anak yang pandai." puji ustad Hari. Dan lagi-lagi bocah polos itu tersenyum manis.
"Ya, pertanyaanmu ada benarnya. Coba kita dengar ayat Allah dalam surat Al Maidah ayat 48

وَلَوْ شَاء اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَـكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ -٤٨-
'Kalau Allah Menghendaki, niscaya kamu Dijadikan- Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak Menguji kamu terhadap karunia yang telah Diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.'

"Maksud ayat diatas adalah bahwa manusia diciptakan berbeda-beda, ada yang baik ada yang jahat, ada yang pintar ada yang bodoh, dan sebagainya. Itu semua bertujuan agar mereka saling berlomba untuk melakukan kebaikan, karena Allah sedang menguji mereka."
" Menguji apa ustad ?" Lagi-lagi bocah itu bertanya
"Menguji manusia, apakah mereka taat atau tidak tehadap perintah Allah. Bagi yang lulus ujian, dia akan menjadi manusia yang berkualitas dan lebih tinggi derajatnya dimata Allah."
"Lalu yang tidak taat, akan masuk neraka ya ustad?"
"Ya benar sekali. Karena Allah telah memiliki ketetapan bahwa sebagian manusia ada yang dijadikan-Nya  tidak taat pada-Nya dan menjadi kafir yang kelak akan menjadi penghuni neraka bersama para syetan. Naudzubillahimindzalik."
Lagi-lagi bocah pintar itu terdiam, mencoba membenamkan dalam-dalam perkataan yang baru saja ia dengar dipikirannya. Tak terasa senja pun berlalu, dan terdengar lah suara  penyeru Allah mengagungkan nama-Nya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar...
"Nah..sudah magrib, ayo Faiz kita ambil wudlu lalu sholat berjamaah"
"Baik ustad"
Faiz pun mengikuti langkah ustad Hari menuju ke tempat wudlu. Lalu ia pun  membasuh seluruh anggota tubuhnya satu persatu untuk mensucikan diri sebelum sholat.
☀☀☀☀
Seusai sholat magrib, para jemaah pun berangsur surut dari dalam surau meninggalkan suasana hening. Namun ditengah keheningan itu, seorang anak tengah terduduk bersila, tampak khusuk mengangkat kedua tangannya yang masih polos sembari memandangi langit-langit surau. Lalu terdengarlah rangkaian kalimat indah yang keluar dari bibirnya yang masih jujur

"Ya Allah...Faiz mohon ampun atas segala dosa yang telah Faiz lakukan Ya Allah. Kehendakilah Faiz untuk menjadi anak yang baik, Faiz gak mau jadi orang jahat, Faiz takut masuk neraka ya Allah. Dan juga sadarkan teman-teman Faiz serta orang-orang jahat diluar sana, agar mereka bisa berubah adi orang yang baik. Kabulkanlah doa Faiz ya Allah . Aamiin Ya Robbal Alamin"


Eries, 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Anak

Toilet Training

Cerita berbuka puasa