Me time ala emak
ME TIME
"Tidaaak...kenapa kak Roy selalu menghentikan cerita saat situasinya sedang seru dan sangat menarik." ucap gadis kecil itu.
"Aku hanya ingin memberi jeda sebentar, apa kau bisa membaca Alexandria?" tanya pemuda tampan yang kira-kira berumur 25th itu.
"Ya, aku bisa membaca."
"Bagus, kalau begitu coba baca ini!"
Roy menyodorkan selembar kertas yang bertuliskan beberapa huruf pada Alexandria. 'MORPHIN3' tulisan dikertas itu.
"em-ow-er-pe-ha-i-en-tiga." eja gadis lugu itu.
"Ya bagus, gadis pintar. Kakak ingin kamu mengambil sebuah botol obat yang bertuliskan seperti ini." kata Roy sembari menunjuk tulisan dikertas itu. "kau tahu kan letak ruangan obat ada disebelah gereja." lanjutnya.
"Tapi itu kan namanya mencuri kak." gadis itu terdiam. "Aku akan bilang pada suster kepala agar mengambilkannya untukmu."
"Jangan..kau harus janji untuk tak bicara pada siapapun, ini rahasia diantara kita berdua. Akhir-akhir ini aku kesulitan tidur dan menjadi pelupa jadi aku butuh obat ini agar aku bisa mengingat kembali ceritanya" terang Roy.
Alexandria mengangguk tanda ia mematuhi perintah Roy. Yaah..mereka berdua adalah pasien Rumah Sakit khusus patah tulang. alexandria patah tulang lengan kirinya akibat terjatuh dari pohon jeruk saat memetiknya. Sedangkan Roy, dia adalah seorang stuntman. Kakinya cedera saat ia sedang melakukan salah satu adegan film, dan sekarang ia lumpuh. Ia pun menjadi frustasi karena hal itu membuat karirnya hancur.
☀☀☀☀
"Hey kak, bagaimana keadaanmu?" sapa gadis itu dengan senyum khasnya.
"Lumayan baik" Roy pun membalas senyumannya "bagaimana, apa kau dapatkan obat yang aku minta?" tanya Roy tak sabar.
"Ini" Alexandria memberikan sebuah botol yang bertuliskan morphine. "Apa obat itu akan membantu kakak tidur dan mengingat semua ceritanya?" tanya nya.
Beberapa hari ini Alexandria memang sering datang ke ruangan Roy untuk mendengarkan sebuah cerita, sehingga mereka berdua semakin akrab. Apapun yang Roy katakan, Alexandria mematuhinya. Namun sayang, gadis lugu itu tak tahu bahwa ia telah dimanfaatkan oleh Roy untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Termasuk sebotol morphine yang ia dapatkan hari ini. Roy pun langsung menenggak seluruh isi botol itu.
"Ayo kak, teruskan lagi cerita yang kemarin. Aku sudah tidak sabar mendengarnya " rengeknya
"Baiklah, akan aku ceritakan" ucap Roy sambil menatap tajam ke arah gadis itu "aku minta maaf Alexandria."
"Kenapa kakak minta maaf?"
"Maaf jika kamu harus melihatku seperti ini" ucap Roy lirih dengan mata yang berkaca-kaca. "Tapi kau harus janji, jika nanti ditengah cerita aku tertidur, maka kau harus pergi, tinggalkan aku, dan jangan pernah bangunkan aku. Kau mengerti Alexandria?"
Alexandria mengangguk, meski ia tak tahu apa arti ucapan Roy tadi.
☀☀☀☀
Menit demi menit berlalu hingga berganti jam. Mereka berdua asyik larut dalam cerita yang Roy karang untuk menyenangkan hati Alexandria. Namun ditengah cerita....
"Kak Roy..bangun kak..kenapa kakak tidur, ini bukan waktunya untuk tidur. Kakak belum menyelesaikan ceritanya." gadis itu terus menggoncangkan tubuh Roy yang semakin lama semakin kaku.
"Kakak..bangun.." gadis itu mulai menangis "kakaaaak..." lalu mulai menjerit "kakaaak...jangan tiduuur!!! ceritamu belum selesai.." tangis dan jeritnya semakin keras. "Kak Royyyyy..."
Tiba-tiba...
☀☀☀☀
"Hek..hek..hek..eeaa..eeaa..eeaa.." suara tangis anakku Azka terdengar, memecahkan lamunanku..aah ternyata dia terbangun. Kulirik jam dinding disudut sana, sudah hampir tengah malam rupanya.. "Enen, enen, enen, heek..heek.." rengek bayi kecilku yang sudah mulai belajar bicara. Sudah waktunya ia menyusu. Dengan lembut ku susui dia sambil ku elus kepalanya. Kami berdua pun larut dalam keheningan malam. Mataku sudah berat untuk kubuka, meski aku masih penasaran dengan kelanjutan cerita film tadi. Yaah..tentu saja sejak menjadi ibu, banyak hal yang dulu biasa kulakukan sekarang menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Tapi tak mengapa, aku sangat bahagia dengan keadaanku yang sekarang menjadi ibu dari 2 orang anak. Toh..aku masih bisa mencuri - curi waktu untuk menonton film yang dibintangi oleh aktor idolaku "Lee Pace" . Aaah..Roy, Alexandria..kita akan berjumpa lagi besok malam ya..
Kumatikan laptopku dan beranjak tidur menyusul Azka yang sudah terlelap setelah kenyang menyusu. Selamat malam..
Eries
"Tidaaak...kenapa kak Roy selalu menghentikan cerita saat situasinya sedang seru dan sangat menarik." ucap gadis kecil itu.
"Aku hanya ingin memberi jeda sebentar, apa kau bisa membaca Alexandria?" tanya pemuda tampan yang kira-kira berumur 25th itu.
"Ya, aku bisa membaca."
"Bagus, kalau begitu coba baca ini!"
Roy menyodorkan selembar kertas yang bertuliskan beberapa huruf pada Alexandria. 'MORPHIN3' tulisan dikertas itu.
"em-ow-er-pe-ha-i-en-tiga." eja gadis lugu itu.
"Ya bagus, gadis pintar. Kakak ingin kamu mengambil sebuah botol obat yang bertuliskan seperti ini." kata Roy sembari menunjuk tulisan dikertas itu. "kau tahu kan letak ruangan obat ada disebelah gereja." lanjutnya.
"Tapi itu kan namanya mencuri kak." gadis itu terdiam. "Aku akan bilang pada suster kepala agar mengambilkannya untukmu."
"Jangan..kau harus janji untuk tak bicara pada siapapun, ini rahasia diantara kita berdua. Akhir-akhir ini aku kesulitan tidur dan menjadi pelupa jadi aku butuh obat ini agar aku bisa mengingat kembali ceritanya" terang Roy.
Alexandria mengangguk tanda ia mematuhi perintah Roy. Yaah..mereka berdua adalah pasien Rumah Sakit khusus patah tulang. alexandria patah tulang lengan kirinya akibat terjatuh dari pohon jeruk saat memetiknya. Sedangkan Roy, dia adalah seorang stuntman. Kakinya cedera saat ia sedang melakukan salah satu adegan film, dan sekarang ia lumpuh. Ia pun menjadi frustasi karena hal itu membuat karirnya hancur.
☀☀☀☀
"Hey kak, bagaimana keadaanmu?" sapa gadis itu dengan senyum khasnya.
"Lumayan baik" Roy pun membalas senyumannya "bagaimana, apa kau dapatkan obat yang aku minta?" tanya Roy tak sabar.
"Ini" Alexandria memberikan sebuah botol yang bertuliskan morphine. "Apa obat itu akan membantu kakak tidur dan mengingat semua ceritanya?" tanya nya.
Beberapa hari ini Alexandria memang sering datang ke ruangan Roy untuk mendengarkan sebuah cerita, sehingga mereka berdua semakin akrab. Apapun yang Roy katakan, Alexandria mematuhinya. Namun sayang, gadis lugu itu tak tahu bahwa ia telah dimanfaatkan oleh Roy untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Termasuk sebotol morphine yang ia dapatkan hari ini. Roy pun langsung menenggak seluruh isi botol itu.
"Ayo kak, teruskan lagi cerita yang kemarin. Aku sudah tidak sabar mendengarnya " rengeknya
"Baiklah, akan aku ceritakan" ucap Roy sambil menatap tajam ke arah gadis itu "aku minta maaf Alexandria."
"Kenapa kakak minta maaf?"
"Maaf jika kamu harus melihatku seperti ini" ucap Roy lirih dengan mata yang berkaca-kaca. "Tapi kau harus janji, jika nanti ditengah cerita aku tertidur, maka kau harus pergi, tinggalkan aku, dan jangan pernah bangunkan aku. Kau mengerti Alexandria?"
Alexandria mengangguk, meski ia tak tahu apa arti ucapan Roy tadi.
☀☀☀☀
Menit demi menit berlalu hingga berganti jam. Mereka berdua asyik larut dalam cerita yang Roy karang untuk menyenangkan hati Alexandria. Namun ditengah cerita....
"Kak Roy..bangun kak..kenapa kakak tidur, ini bukan waktunya untuk tidur. Kakak belum menyelesaikan ceritanya." gadis itu terus menggoncangkan tubuh Roy yang semakin lama semakin kaku.
"Kakak..bangun.." gadis itu mulai menangis "kakaaaak..." lalu mulai menjerit "kakaaak...jangan tiduuur!!! ceritamu belum selesai.." tangis dan jeritnya semakin keras. "Kak Royyyyy..."
Tiba-tiba...
☀☀☀☀
"Hek..hek..hek..eeaa..eeaa..eeaa.." suara tangis anakku Azka terdengar, memecahkan lamunanku..aah ternyata dia terbangun. Kulirik jam dinding disudut sana, sudah hampir tengah malam rupanya.. "Enen, enen, enen, heek..heek.." rengek bayi kecilku yang sudah mulai belajar bicara. Sudah waktunya ia menyusu. Dengan lembut ku susui dia sambil ku elus kepalanya. Kami berdua pun larut dalam keheningan malam. Mataku sudah berat untuk kubuka, meski aku masih penasaran dengan kelanjutan cerita film tadi. Yaah..tentu saja sejak menjadi ibu, banyak hal yang dulu biasa kulakukan sekarang menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Tapi tak mengapa, aku sangat bahagia dengan keadaanku yang sekarang menjadi ibu dari 2 orang anak. Toh..aku masih bisa mencuri - curi waktu untuk menonton film yang dibintangi oleh aktor idolaku "Lee Pace" . Aaah..Roy, Alexandria..kita akan berjumpa lagi besok malam ya..
Kumatikan laptopku dan beranjak tidur menyusul Azka yang sudah terlelap setelah kenyang menyusu. Selamat malam..
Eries
Komentar
Posting Komentar