Sajak Masa Lalu

UNGKAPAN HATI

Tak jua sirna rasa dihati
Tak lelah pula mereka berjalan
Ketika manusia tak juga mati
Ketika rindu tak terbalaskan

Pernah kutanya pada awan
Pada bayang yang berjalan
Pada panas dihamparan padang pasir
Dan pada tetes air mata yang mengalir

Mengapa ada cinta yang terlukis dihati setiap insan?
Mengapa ada kenangan dalam setiap kisah manusia?
Tidak adakah kata indah selain kenangan?
Lalu, bahagiakah engkau jika itu sia-sia?

Matahari muram,
kisahku suram,
dan hatikupun kelam,
karena kenanganku penuh dengan dendam



MALAM

Matahari lenyap
Senja pun datang
Camar laut pulang ke sarang
Nelayan siap untuk berlayar

Bulan bersinar, bintang bertebaran
Tiada awan, tiada kabut
Cahaya gemerlap, langit cerah
Begitu indah dipandang

Oh malam, inilah aku pengagummu
Bintang, cahayamu bak intan permata
Bulan, sinarmu memberi kehangatan
Langit, keindahanmu adalah pesona

Seandainya saja dapat,
kuinginkan menjadi bagian dari dirimu



KEHAMPAAN

Sang surya tenggelam
Malam pun hadir
Gelap yang kulihat
Segelap perasaanku selama ini

Dibalik bayang yang redup
Hati lemah berbisik
Kuatkah aku?
Sementara aku tak kuasa untuk berdiri

Kaki enggan melangkah, menatap bayang yang redup
Mulut enggan berucap, saat pandanganku lenyap
Matapun enggan melihat merasakan dalamnya kehampaan
Bahkan otak ini pun enggan berpikir karena jiwaku telah mati



KEHAMPAAN (2)

Disini menatap matahari
Yang perlahan meredupkan sinarnya
Dalam sekejap, cerah yang menyinari sirna
Hanya gelap yang menghantui

Malam ini...
Bulan tertutup awan
Bintang terhalang kabut
Seakan mereka sembunyi dariku

Kegelapan yang menyelimuti
Membuatku takut dan bimbang
Resah yang kurasakan
Membawaku larut dalam kehampaan

Malam semakin dingin
Gelappun semakin pekat
Aku terdiam, termenung
Menatap kehampaan dan kekosongan dalam diri ini

Mencoba memejamkan mata
Namun aku selalu terjaga
Memandang langit tanpa bintang
Yang seolah tertawa melihatku

Aku berharap kegelapan segera berlalu
Seiring tibanya sang fajar diufuk timur

Namun entah mengapa
Meski matahari tlah bersinar
Di dalam diriku,
hanya gelap yang ku lihat



Eries, September 2017

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Anak

Toilet Training

Cerita berbuka puasa