Kisah Arjuna
SANG PENDAMPING ARJUNA "Bang, pelan-pelan ya jalannya!" Sengaja kuperintahkan abang becak untuk memperlambat laju rodanya agar aku bisa menikmati indahnya pemandangan desa ini. Desa tempat kelahiranku yang 5th sudah kutinggalkan demi mencari ilmu di negeri orang. Pandanganku menyapu ke segala arah di sekelilingku. Sungguh asri, dengan latar belakang pegunungan diujung selatan sana. Tak banyak yang berubah disini, hanya saja beberapa bangunan rumah yang tampak asing bagiku. "Bang,tolong berhenti disebelah sana." Ku arahkan telunjukku pada segerombolan orang-orang yang tengah berkumpul di lapangan desa. "Tunggu ya bang, saya ingin melihat-lihat sebentar." Kakiku melangkah menuju ke lapangan. Orang-orang itu mengerumuni sebuah panggung yang cukup besar. Panggung itu sedang ditata. Kelir putih yang membentang dari ujung ke ujung panggung juga debog yang ada dibawahnya mendominasi tampilan. Blencong listrik pun telah dipasang tergantung didepan atas ...